Lisma_ima Instagram Photos and Videos

Loading...


lisma_ima L I S M A @lisma_ima mentions
Followers: 2,355
Following: 664
Total Comments: 0
Total Likes: 0

Seperti bunga, layu menjadi mati atau mekar menuju abadi. Ini perihal seberapa sering kita beradu ...
Media Removed
Seperti bunga, layu menjadi mati atau mekar menuju abadi. Ini perihal seberapa sering kita beradu dalam ruang temu kita, DO'A. Kamu tahu, bahwa aku ini fana, yang kekal adalah Sang Pemilik aku. Aku pun tahu, kamu itu fana, yang kekal adalah Sang Pemilik kamu. Jadi kita sama-sama tahu, tentang ... Seperti bunga, layu menjadi mati atau mekar menuju abadi. Ini perihal seberapa sering kita beradu dalam ruang temu kita, DO'A. Kamu tahu, bahwa aku ini fana, yang kekal adalah Sang Pemilik aku. Aku pun tahu, kamu itu fana, yang kekal adalah Sang Pemilik kamu. Jadi kita sama-sama tahu, tentang meletakkan rasa harus pada Dia yang pertama. Kamu di nomor sekian, dan aku tidak akan meminta di nomor satu-kan. (Nanti) untukku, kamu hanya akan berada di nomor dua yang utama. Dan aku untukmu, akan di nomor dua yang satu-satunya. Wahai Tuan, paham-kan?

#art #illustration #drawing #draw #htfla #picture #artist #sketch #sketchbook #paper #pen #pencil #artsy #instaart #beautiful #instagood #gallery #masterpiece #creative #photooftheday #instaartist #graphic #graphics #artoftheday
Read more
Loading...
PEREMPUAN BEKERJA. BOLEHKAH? Oleh: Lisma S. Perempuan bekerja itu, ungkap Ust. Salim A. Fillah ...
Media Removed
PEREMPUAN BEKERJA. BOLEHKAH? Oleh: Lisma S. Perempuan bekerja itu, ungkap Ust. Salim A. Fillah (@salimafillah) dalam salah satu kajiannya, harus didasari oleh niat beramal karena Allah, sesuai dengan skill nya. Maka indikator bekerja atau tidak, dilihat pula dari kebermanfaatan ... PEREMPUAN BEKERJA. BOLEHKAH?

Oleh: Lisma S.

Perempuan bekerja itu, ungkap Ust. Salim A. Fillah (@salimafillah) dalam salah satu kajiannya, harus didasari oleh niat beramal karena Allah, sesuai dengan skill nya. Maka indikator bekerja atau tidak, dilihat pula dari kebermanfaatan yang dia berikan melalui ilmunya, keberadaannya, nasrul fikrahnya, amal ma'ruf nahi mungkarnya. Jika, dengan pekerjaan itu, ia membawa misi perbaikan dan ada peluang baik, disertai perbekalan yang cukup menopang, "maka saya sarankan untuk bertahan". Tapi kalau justru ia tak mampu, malah terbawa arus, lebih banyak mudharat, maka lebih baik " carilah alternatif lain yang lebih cerdas".
.
Iya, selama memperhatikan alasan-alasan syar'i nya, perempuan pun masih bisa berkontribusi dengan tetap menomorsatukan Allah dan sadar akan fitrahnya. Perempuan itu akar, harus kokoh, katanya harus bersembunyi (dalam rumah), tapi tidak semua akar tertanam dalam tanah. Ada yang keluar justru untuk menebar manfaat yang lebih luas, lebih dari sekedar menopang rumahnya.

Jangan bilang aku pro-feminisme. Aku cinta Islam dan segala aturannya. Kalau ditanya mengapa aku bekerja? Ku jawab: ini bukan tentang ekstra uang yang ku dapat, atau aktualisasi diri ala feminis lebay, atau semata ambisi basi. Ini tentang kontribusi untuk ummat (manusia).
.
Lalu ada seseorang yang (hobinya menganalisa) bercerita kepadaku, kurang lebih isinya begini. "Kebanyakan orang yang aku tanya tentang tujuan hidup, mereka kebanyakan menjawab, mau bahagia aja, mau menjadi imam yang baik atau menjadi istri shaliha."
.
Lanjutnya lagi, "Menurutku, itu biasa. Karena menjadi imam yang baik atau menjadi istri shaliha adalah sebuah keharusan. Kalau kamu mampu, masih bisa bermanfaat untuk ummat? Kenapa engga? Lakuin! Kamu yang semangat kerjanya! Ingat, buat ummat!"
.
Ah, terimakasih sudah menjadi penguat jiwa~
Read more
PERAN KITA UNTUK PERADABAN. Oleh: Lisma S. . "Jika pemerintah diibaratkan seorang petarung ...
Media Removed
PERAN KITA UNTUK PERADABAN. Oleh: Lisma S. . "Jika pemerintah diibaratkan seorang petarung bersenjata, senjata tersebut adalah kurikulum, maka para guru adalah ujung tombak senjata tersebut." . Sebagus apapun senjatanya (kurikulum), apabila ujungnya tumpul. Gagal. Sia-sia. Begitulah ... PERAN KITA UNTUK PERADABAN.

Oleh: Lisma S.
.
"Jika pemerintah diibaratkan seorang petarung bersenjata, senjata tersebut adalah kurikulum, maka para guru adalah ujung tombak senjata tersebut."
.
Sebagus apapun senjatanya (kurikulum), apabila ujungnya tumpul. Gagal. Sia-sia.

Begitulah kiranya beban yang harus dipikirkan para guru, padahal katanya menjadi guru itu enak, pekerjaan paling aman dan nyaman, pekerjaan yang tidak menguras tenaga, pekerjaan yang paling santai di muka bumi.

Namun kenyataannya seperti gunung es di tengah samudera, salah satu tugas guru adalah membangun peradaban, membentuk manusia. Sebuah peran yang tak kasat mata tapi mendasar untuk keberlangsungan umat.

Pernah baca di salah satu buku yang isinya begini, "Tak peduli bagaimana ukuran alam sebuah negara, selama manusianya unggul maka negeri tersebut pasti unggul." Ah luasnya alam Indonesia jangan ditanya. Tapi bagaimana dengan manusianya? Sudah unggul belum? Sebagian. Sebagian unggul dengan benar, sebagian unggul tapi serakah, dan sebagian lagi merupakan penonton manusia-manusia unggul.

Membentuk manusia tidak semudah membangun bertingkat-tingkat gedung pencakar langit. Ia adalah susunan hebat dari daging, akal, hati, dan ruh yang beragam karakternya. Menyatukannya dalam satu langkah adalah perkara yang hampir mustahil. Namun semuanya membawa satu hakikat yang pada semuanya kembali; si miskin, si kaya, si pandai atau terbelakang. Kesemuanya menginginkan, dan jiwanya merindu kebaikan.

Peradaban manusia bukan hanya tentang gedung-gedung yang menjulang tinggi, namun pada jiwa yang heroik, beradab pada kepatuhan pada Tuhan penciptanya.

Menebak peran kita untuk membangun masyarakat yang baik tidaklah sulit. Memahami tanggungjawab dan menginsyafinya adalah kuncinya. Hal yang mudah bagi mereka yang mau berpikir, tentang hakikat mengapa manusia diciptakan.
.
"Semoga apa yang kita upayakan hari ini, mendapat jawaban di kemudian hari. Dan semoga di hari nanti, saat kita ditanya untuk apa ilmu kita amalkan? Kita mampu menjawab. Lelah boleh, tapi jangan patah. Sebab nanti, kaki, tangan, mulut, kepala, mata, dan apapun yang ada padamu, InsyaAllah bersaksi."
.
.
.
Lisma, (nanti) baca (lagi) ya.
Read more
SAMUDERA AKSARA Oleh: Lisma S. Sebelum kau ada, Bunda-mu ini sudah menyiapkan satu nama yang ...
Media Removed
SAMUDERA AKSARA Oleh: Lisma S. Sebelum kau ada, Bunda-mu ini sudah menyiapkan satu nama yang terdengar keterlaluan Indonesianya. Mungkin suatu hari kau akan bertanya, kenapa Bunda memberimu nama Samudera Aksara? Sederhana saja, Bunda ingin kau tak kesulitan mencari maknamu ... SAMUDERA AKSARA

Oleh: Lisma S.

Sebelum kau ada, Bunda-mu ini sudah menyiapkan satu nama yang terdengar keterlaluan Indonesianya. Mungkin suatu hari kau akan bertanya, kenapa Bunda memberimu nama Samudera Aksara?

Sederhana saja, Bunda ingin kau tak kesulitan mencari maknamu sendiri dan agar orang lain paham akan arti ‘kekuatan’ yang ada dalam namamu.

SAMUDERA. Nak, ada satu penulis yang dari dulu Bunda suka, namanya Pramoedya Ananta Toer. Beliau menulis dalam salah satu bukunya yang berjudul Rumah Kaca, “Ada kekuatan-kekuatan yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, gunung berapi, dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya.” Bunda ingin kau miliki dua dari ketiga itu. Tak apa kau tak jadi gunung berapi, jadilah samudera yang tahu benar akan tujuan hidup. Milikilah hati sedalam namamu dan pikiran yang seluas namamu.
.
"Mengapa nama keduaku Aksara?”
.
AKSARA merupakan nama yang indah. Artinya adalah simbol-simbol ekspresif untuk berbahasa. Kau pasti sudah tahu wahyu pertama Nabi Muhammad SAW yang dimana kalimat pertamanya adalah “Iqra’ (bacalah)!” Tetapi apa yang harus dibaca? “Ma aqra’?” tanya Nabi. Pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut Bismi Rabbik dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan.

Bayangkan jika tiada aksara pada saat itu? Mana mungkin sampai detik ini kita bisa menyanjung kitabullah dengan sedemikian agungnya.

Aksara adalah kaki tangan dari sebuah benih pemikiran sehingga dengannya bisa disyiarkan untuk kebermanfaatan. Mungkin para pembaca akan gila mengatasi 'kehausannya’ bila tidak ada satupun aksara. Jadilah sekeren itu.
.
“Lalu kenapa namaku hanya dua suku kata?”
.
Ada tiga. Jika kamu kembali ke masa lalu, Bunda akan berkata, “Nanti tugas ayahmu yang memberi nama belakangnya di belakang namamu. Saat ini Bunda belum bertemu laki-laki yang cukup tangguh untuk menjadi ayah dari seorang Samudera.”
.
Lalu ada pertanyaan. “Bagaimana jika anakmu nanti perempuan?”
.
Ah.. biarlah, itu urusan nanti.
.
——
.
Rumah, 17 Februari 2018.
.
(Calon Bundamu, InsyaAllah) ❤
Read more
JANGAN TERIMA SESEORANG YANG MENGATAKAN, "AKU INGIN BAHAGIA BERSAMAMU.” . Oleh: Lisma S. Mengapa? Sungguh, ...
Media Removed
JANGAN TERIMA SESEORANG YANG MENGATAKAN, "AKU INGIN BAHAGIA BERSAMAMU.” . Oleh: Lisma S. Mengapa? Sungguh, jika tujuannya hanya sekedar bahagia jangan pernah memilih dia. Definisi bahagia adalah ketika hati paham akan fitrahnya kepada siapa dia patut menggantungkan kebahagiaan. Apakah ... JANGAN TERIMA SESEORANG YANG MENGATAKAN, "AKU INGIN BAHAGIA BERSAMAMU.”
.
Oleh: Lisma S.

Mengapa?

Sungguh, jika tujuannya hanya sekedar bahagia jangan pernah memilih dia. Definisi bahagia adalah ketika hati paham akan fitrahnya kepada siapa dia patut menggantungkan kebahagiaan.

Apakah salah?

Saya bilang, ya salah.

Masih ingatkah tulisan saya sebelumnya tentang Mahatma Gandhi yang katanya, manusia hanya akan memilih apa yang dia tidak miliki? Jika pasanganmu menginginkan kebahagiaan, artinya dia tidak memiliki itu. Sedangkan rumus untuk bahagia bersama orang lain adalah berbahagia dengan diri sendiri terlebih dahulu.

Hati yang tidak bahagia adalah hati yang tidak pandai bersyukur, malas berdoa, dan putus asa dalam usaha. Bahagia itu datangnya dari hati yang diminta langsung pada Allah. Manusia tidak akan pernah bisa membahagiakan manusia lainnya. Karena hati manusia sangat ahli dalam memilih, itulah sebab ada manusia yang bisa berbahagia dengan hal sederhana, pun banyak manusia yang tidak bahagia meski dihadapkan dengan hal-hal yang luar biasa.

Pilihlah dia yang sudah berbahagia dengan dirinya sendiri. Karena dia tahu di posisi mana dia menempatkan Tuhan-Nya yang merupakan sumber kebahagiaan. Pasangan yang benar tidak akan meminta dinomor satukan. Satu, esa, tetap Allah.

Seperti kutipan favorit saya dalam buku Sabtu Bersama Bapak, “Find someone complimentary, not supplementary. "Kata Bapak saya, membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggungjawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain.”
.
Pun dengan kebahagiaan. Menjadi bahagia adalah tugas masing-masing individu bagaimana dia me-manage hatinya dengan tepat.

Jangan sampai pernikahanmu sibuk membahagiakan orang yang tidak bahagia atau sibuk dibahagiakan orang lain yang sudah bahagia. Kasian dia.

Carilah alasan yang lebih berkelas selain sekedar bahagia. Misalnya, “Aku ingin menjadi teman muroja'ahmu, aku ingin menjadi pemegang kendali dan kamu teknisinya untuk membangun peradaban, atau ini misalnya: aku ingin kita menjadi partner menuju surga.”
.
Rumah, 22 Februari 2018.

#instagram
Read more
KITA AKAN BERIRINGAN DALAM ORBIT YANG SAMA. Oleh : Lisma S. Hari ini mungkin kamu sedang berjalan ...
Media Removed
KITA AKAN BERIRINGAN DALAM ORBIT YANG SAMA. Oleh : Lisma S. Hari ini mungkin kamu sedang berjalan ke selatan, tapi aku sedang asik menjelajah utara. Besok lusa mungkin kamu sedang ingin pergi ke timur, aku harus pergi ke tenggara. Ah hampir saja bertemu, tapi ‘almost is never enough’ ... KITA AKAN BERIRINGAN DALAM ORBIT YANG SAMA.

Oleh : Lisma S.

Hari ini mungkin kamu sedang berjalan ke selatan, tapi aku sedang asik menjelajah utara. Besok lusa mungkin kamu sedang ingin pergi ke timur, aku harus pergi ke tenggara. Ah hampir saja bertemu, tapi ‘almost is never enough’ kan? Memang nyatanya setelah itu, aku memilih pergi ke selatan, ke tempat yang sudah kamu datangi, kamu menjauh ke timur laut. Tak apa, ini wajar dan sederhana, belum tepat waktu.

Namun yakinlah, akan ada suatu hari kita beradu dalam satu titik temu. Entah kapan, yang jelas kita saat ini bukan hanya sekedar menunggu, tapi sama-sama sedang mengupayakan agar berada dalam satu orbit. Jaraknya bukan lagi arah mata angin. Melainkan angin-angin kecil yang berusaha menyusup dalam satu genggaman tangan, diantara jariku dan jarimu.

Risau? Ah tidak. Seperti kata Umar bin Khattab, “Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku. Dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.”
.
Intinya selalu tanyakan ini pada diri sendiri. “Apakah aku sudah benar-benar selesai dengan diriku sendiri?” Selesaikanlah semua ambisi dan egoisme personalmu.

Mereka yang datang di saat arah hidupmu sudah terang kemungkinan besar adalah orang yang juga punya arah hidup yang sama denganmu. Atau paling tidak, bersama dia kamu bisa berjalan beriringan mencapai impian.

Dia yang “tertakdirkan” untukmu tidak akan jauh dari upayamu mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Tuhan tidak pernah main-main dengan janjinya.

Pegang ini baik-baik. “.... Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.“ (Qs. An Nur: 26). Cukuplah menjadi lebih baik dari masa lalu, meng-upgrade diri setiap harinya, dan mengupayakan kebaikan setiap waktunya.

Mari kita bertemu di orbit yang sama (someday). Kita rumuskan lintasan mana saja yang harus kita lalui, beriringan, bukan sendiri-sendiri lagi. Kakimu melangkah ke barat, aku ikut. Kakimu melangkah ke utara, aku ikut. Jika kakimu lelah, aku penawarnya. Jika kakiku payah, kamu penguatnya. Bersama sampai nanti, di tempat yang kita sebut Jannah. InsyaAllah.

Rumah, 23 Februari 2018.
Read more
Loading...
Bapak... Sedang ku usahakan surga untukmu. Sehatlah selalu sampai nanti, nanti, dan nanti. Akan ...
Media Removed
Bapak... Sedang ku usahakan surga untukmu. Sehatlah selalu sampai nanti, nanti, dan nanti. Akan selalu aku ingat pesanmu, "Manusia itu hanya diberi dua pilihan, menjadi baik atau buruk. Wanita pun hanya diberi dua pilihan, menjadi sebesar-besarnya fitnah, atau sebaik-baiknya perhiasan. ... Bapak... Sedang ku usahakan surga untukmu. Sehatlah selalu sampai nanti, nanti, dan nanti.

Akan selalu aku ingat pesanmu, "Manusia itu hanya diberi dua pilihan, menjadi baik atau buruk. Wanita pun hanya diberi dua pilihan, menjadi sebesar-besarnya fitnah, atau sebaik-baiknya perhiasan. Jadilah wanita yang mampu menarik tangan Bapakmu ke surga, hingga kelak kamupun bisa menjadi partner yang baik dengan suamimu menuju surga, menjadi ibu dari manusia-manusia calon penghuni surga (pula)."
.
Sayangnya jalan yang harus ditempuh tidaklah mudah, katamu lagi. Pak, keras kepalaku adalah warisanmu, karena itulah aku bisa bertahan untuk tetap menjadi diriku sendiri. Jika ada kata yang lebih baik dari sekedar 'terimakasih' pasti akan ku carikan untuk Bapak. Banyak kata magis dari Bapak yang menjadi penguat ku ketika aku terlampau melihat ke atas. Sering aku ngeluh, "Pak enak ya jadi si A, udah kebeli ini kebeli itu," - "Harta ga dibawa mati, banyakin bekal, akhirat yang utama, Allah ngasih waktu ke kamu bukan cuma untuk nyari uang, tapi untuk bermanfaat buat orang lain. Yang penting bisa terus sehat buat sebarin ilmu."
.
Pak, kesederhanaanmu justru menjadi oase buatku. Ooh Allah, takkan bosan aku meminta agar surga menjadi akhir cerita kedua orangtuaku nanti dan ijinkan aku berkumpul dengan mereka kembali di taman surga-Mu.

Ah Pak, semoga kelak aku bertemu dengan orang yang setangguh Bapak untuk menjagaku.

Akan ku tutup cerita ini dengan kalimat darimu lagi, "Lisma, anak bungsu Bapak. Teruslah bersinar, tapi jangan terlampau terang. Nanti bisa membuat pandangan orang lain terganggu. Pandai-pandailah menempatkan diri."
.
Allah, aku titip Bapak agar ia selalu tangguh dan sehat. Sekali lagi jika boleh, aku memesan satu rumah di surga untuk Bapak.

Anakmu,
Lisma.

Dan aku nangis ngetik caption ini.

#cerita #bapak #ayah #iloveyou #morethanwords
Read more
A letter to my self. Aku tidak akan bertanya kabar atau berbasa basi kau sedang apa. Aku tahu persis ...
Media Removed
A letter to my self. Aku tidak akan bertanya kabar atau berbasa basi kau sedang apa. Aku tahu persis jika tidak sedang bekerja, kau sedang mengistirahatkan diri. Hai L (sapaan dari salah satu temanku), bagaimana sekarang mimpimu? Masih menggebu atau dibatas garis kepasrahan? Ah maafkan, ... A letter to my self.

Aku tidak akan bertanya kabar atau berbasa basi kau sedang apa. Aku tahu persis jika tidak sedang bekerja, kau sedang mengistirahatkan diri.

Hai L (sapaan dari salah satu temanku), bagaimana sekarang mimpimu? Masih menggebu atau dibatas garis kepasrahan? Ah maafkan, bukan pasrah, tawakkalmu sudah sehebat apa?

Semoga Allah senantiasa memeluk mimpi-mimpimu.... Tiada jalan tanpa tujuan, kecuali kau orang yang tak punya prinsip. Aku mafhum, kau bukan tipekal orang yang tak berkomitmen. Sekali kau menginginkan sesuatu, kau luar biasa keras kepala, tapi tak pernah terkira di luar, seperti kau orang lemah hanya senyum-senyum, tapi dalam kepalamu semrawut. Begitulah, kau tak pernah ingin dilihat susah.

L, masih ingatkah kata-kata Andrea Hirata yang ini "Kalau aku susah, cukuplah kutangisi semalaman. Semalam suntuk. Esoknya aku tak mau lagi menangis. Aku bangun dan tegak kembali." Begitulah terus, sampai roboh dikubur tanah.

Direndahkan, dibuang, dihina, dipermalukan, dipandang sebelah mata, dituduh..., tetaplah tenang seperti air, tetaplah mengisi ruang-ruang kosong, tetaplah meresap ke dalam tanah hingga menyuburkan bumi, menguaplah dengan indah hingga kau jadi hujan yang menyejukkan.

Jangan lupa sertakan Allah dalam setiap urusanmu dan segala tujuanmu. Agar Allah cinta, agar kelak Allah memanggilmu dalam puncak cinta tertinggi. Tetaplah tangguh, jika Allah menghendaki umurmu panjang, tetaplah bermanfaat, tetaplah memesona, tetaplah merendah dalam urusan ibadah, tetaplah mengembangkan semua potensi diri, tetaplah mencintai ilmu, tetaplah menjadi dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri.

Ah, teruslah menjadi baik agar kelak kau ditemukan orang yang baik.

Semoga harimu diberkahi.

Salam,
Aku.

@30haribercerita #30haribercerita #30HBCsurat #30HBC1815
Read more
Loading...
Jika kamu penikmat kopi, sama sepertiku. Setiap sore mari kita habiskan waktu dengan bermesraan, ...
Media Removed
Jika kamu penikmat kopi, sama sepertiku. Setiap sore mari kita habiskan waktu dengan bermesraan, ditemani secangkir kopi pahit. Kemudian aku bertanya: kenapa hanya secangkir? Lalu kamu jawab, karena Rasul-pun selalu minum di gelas bekas bibir Aisyah r.a. Jika kamu penggemar buku, ... Jika kamu penikmat kopi, sama sepertiku. Setiap sore mari kita habiskan waktu dengan bermesraan, ditemani secangkir kopi pahit. Kemudian aku bertanya: kenapa hanya secangkir? Lalu kamu jawab, karena Rasul-pun selalu minum di gelas bekas bibir Aisyah r.a.

Jika kamu penggemar buku, sama sepertiku. Suatu waktu, agenda kita adalah pergi ke toko buku, sejenak jadi pasangan yang hilang kendali ketika kita menemukan bazar buku, rumah kita akan penuh buku, anak kita akan menjadi pecandu buku.

Jika kamu pengagum sastra, sama sepertiku. Setiap minggu, kita akan bertukar puisi, menerjemahkan cinta melalui kata-kata, hingga tua, sampai kehabisan kata-kata, hingga yang terakhir hanya tersisa kalimat indah "Laailaahaillallah..." Entah siapa yang pertama yang akan membisikan ditelinga siapa.

Jika kamu pendamba senja, sama sepertiku. Langit akan menjadi saksi bagaimana awan cemburu atas kita, mereka bisa tertiup angin, menjadi buih, dan hilang. Tapi kamu dan aku mengakar, rindunya tak hanya cukup dituntaskan disini, ia tumbuh di surga kelak, InsyaAllah.

Jika kamu penyuka diskusi, sama sepertiku. Sewaktu-waktu kita akan berdiskusi berbagai hal, dimanapun, di tempat tidur, di meja makan, atau di halaman belakang. Aku akan menjadi pendengar yang baik dan sewaktu-waktu berkamuflase jadi pencerita tanpa koma. Misalnya hal yang aku suka adalah sejarah, kamu punya versi A, aku punya versi B, bukan untuk diperdebatkan, sadar bahwa sejarah adalah cerita milik orang lain, dan kita tidak tumbuh di zamannya, dari sanalah kita belajar bijaksana.

Namun.....
.
Jika kamu tak sama sepertiku. Tak mengapa, aku akan tetap suka kamu yang berbeda, asalkan itu kamu, karena kamu yang terbaik, yang Allah pilihkan untukku.

NB: aku tau nanti tak akan seindah itu, tapi biarlah angan menjadi doa.

#postingapasih
#gajelas
#maapin
#lagieror
Read more
Perihal rasa, kadang kita tak tau bagaimana cara merubahnya menjadi kata per kata. Tapi langit ...
Media Removed
Perihal rasa, kadang kita tak tau bagaimana cara merubahnya menjadi kata per kata. Tapi langit berbeda, aku hanya perlu memandanginya tanpa berkata. Lalu pulang dengan perasaan lega. Nom de plume- Perihal rasa, kadang kita tak tau bagaimana cara merubahnya menjadi kata per kata. Tapi langit berbeda, aku hanya perlu memandanginya tanpa berkata. Lalu pulang dengan perasaan lega.

Nom de plume-
Ribuan kali mereka gagal, tapi mereka menolak untuk menyerah. Mereka diremehkan, dimarahi, ...
Media Removed
Ribuan kali mereka gagal, tapi mereka menolak untuk menyerah. Mereka diremehkan, dimarahi, dijatuhkan, dihina, dituding, disisihkan, dikucilkan, diabaikan, diusir, dibuang, terkilir, tergencet, tertungging, terjerembap, terempas, terkapar, tertusuk, terpukul, bengkak, ... Ribuan kali mereka gagal, tapi mereka menolak untuk menyerah.

Mereka diremehkan, dimarahi, dijatuhkan, dihina, dituding, disisihkan, dikucilkan, diabaikan, diusir, dibuang, terkilir, tergencet, tertungging, terjerembap, terempas, terkapar, tertusuk, terpukul, bengkak, benjol, bengkok, patah, cedera, terluka, berdarah, meringis, mengadu, menangis, tapi mereka tak berhenti sampai berhasil.

Mereka adalah para penakluk rasa sakit yang selalu dicekam hukum pertama bumi: gravitasi, selalu menjatuhkan!

Namun mereka memegang teguh hukum pertama manusia: elevasi, selalu bangkit kembali!

Dikutip dari Buku Sirkus Pohon, Andrea Hirata @hirataandrea (Hal. 72)
Read more
PERJALANAN MENEMUKAN-MU Allah SWT berfirman: اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ . . "Tunjukilah ...
Media Removed
PERJALANAN MENEMUKAN-MU Allah SWT berfirman: اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ . . "Tunjukilah kami jalan yang lurus," (QS. Al-Fatihah : 6) . Nothing is permanent in this world, is what I once believed. Everything is bound to change – the weather, the condition, someone’s ... PERJALANAN MENEMUKAN-MU

Allah SWT berfirman:
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ . .
"Tunjukilah kami jalan yang lurus," (QS. Al-Fatihah : 6)
.
Nothing is permanent in this world, is what I once believed. Everything is bound to change – the weather, the condition, someone’s mind, and even a person’s heart. No one is an expection, I thought. And somehow, it made me hopeful for that meager truth.

Perubahan, ya aku menyebutnya begitu. Tiada yang luput dari ijin Allah, setiap kepakkan sayap kupu-kupu yang kecil bekerja karena kehendak Allah, pun kita, setiap langkah adalah jalan untuk menemukan-Nya, belajar dari langkah sebelumnya, kemudian lebih kuat pada langkah berikutnya.

Seperti kata mas Kurniawan Gunadi @kurniawan_gunadi, “Aku tenang karena kini setelah begitu jauh perjalanan yang ditempuh, aku menjadi paham setelah begitu banyak kekhawatiran terjadi, segala bentuk ketakutan pernah ku alami. Ini semua mengantarkanku pada apa yang aku miliki saat ini. Pada apa yang begitu disyukuri.

Adalah Allah yang menggerakkan langkah ini sedemikian rupa. Melalui penolakan, melalui keterlambatan, melalui ketidakyakinan, melalui penghakiman, semua itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang aku peroleh saat ini.”
.
Setelah berlelah-lelah itu, setidaknya aku belajar bahwa tugas kita sebagai hamba yang paling menenangkan adalah menggapai ridha Allah, berjalan menuju-Nya.

Jika Umar Bin Khattab pernah berkata, “Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.” Lantas, mengapa kita harus risau tentang apa-apa yang belum ditakdirkan, atas segala jawaban mimpi dan do’a? Satu yang perlu kita yakini, takdir Allah pasti baik selama kita menjadikan Allah sebagai satu-satunya samudera harapan.

Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb yang berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah segala urusanku dan jangan serahkan kepadaku sekalipun sekejap mata selamanya tanpa mendapat pertolongan dari-Mu.

#perjalanmenujuAllah #notetomyself #selfreminder #keepistiqomah #blue #bluesky #instagram #canon #lake #love
Read more
Loading...

Loading...