Nuragustin15 Instagram Photos and Videos

nuragustin15 Noer 🐤 @nuragustin15 mentions
Followers: 684
Following: 693
Total Comments: 0
Total Likes: 0

Mungkin nanti harus mencoba 'benteng takeshi' seperti yang dilakukan Rio, si cilik yang pemberani. ...
Media Removed
Mungkin nanti harus mencoba 'benteng takeshi' seperti yang dilakukan Rio, si cilik yang pemberani. Aslinya tinggi sih, parah. Walau takut tinggi, agaknya cukup bagi saya naik bale'nya saja, ya. Hahaha. Naik apa tidur? Duduk saja lah sambil lihat bebek. Kwek!. Dahulu di dekat sini ada ... Mungkin nanti harus mencoba 'benteng takeshi' seperti yang dilakukan Rio, si cilik yang pemberani. Aslinya tinggi sih, parah. Walau takut tinggi, agaknya cukup bagi saya naik bale'nya saja, ya. Hahaha. Naik apa tidur? Duduk saja lah sambil lihat bebek. Kwek!. Dahulu di dekat sini ada ayunan dari ban mobil. Ban itu digantung dengan tali tambang plastik yang dikaitkan di salah satu batang pohon asem jawa.
Beberapa tahun setelahnya, saya nggak pulang-pulang. Eh sekalinya pulang, sudah ada benteng-bentengan mejeng begini, tapi ayunan ban sudah tidak ada, sebab batang pohonnya dipangkas. Asumsi saya, mungkin sudah lelah menahan beban badan. Huekekek. Tapi bisa jadi memang sudah waktunya dia pensiun dari masanya. Pohon bisa lelah.

Benteng ini, meski seadanya, tapi lumayan untuk memantau gebetan atau mantan di seberang desa sana. Maaf, hiperbola. Ya gak akan kelihatan juga itu diujung sana siapa, wong jaraknya dari pohon sampai ujung bisa 10 petak sawah yang lebarnya naudzubillah. Hahahaha.
Jadi, kapan pulang?
Nggak tahu, mungkin akan datang di musim palawija atau padi. Tapi tak ada kata surut untuk bertandang ke sini.
Duduk manis sambil baca buku atau tiduran di kursi bambu buatan ayahnya Sari.
Bawa printilan kebangsaan sambil coret-coret macam orang nyasar. Jauh-jauh dari Depok tapi bisa menghabiskan banyak waktu di sini. Mantul, mantap betul.

Sesekali kedatangan tamu cilik bernama Nesya, adiknya Abi, yang entah bagaimana bisa tahu ada saya di sana. Kami ketawa-ketiwi, membahas topik-topik lawas dan lucu, sesekali sok bahas asmaraan, seperti bahas cowok-ala-anak-kelas-enam-esde. (Tapi dia sudah SMP sekarang). Wakakak kalau kata anak TWT, auto ngakak banget kalau diingat.

Jangan sampai masuk angin dua kali sih yang pasti. Info saja nih, duduk di pinggir sawah itu candu! Asli, saya tidak drama! Tapi angin lautnya bahaya. Hem. Gak apa, sambil kode ke saudara untuk petik kelapa muda? Ini kesukaan saya! Manjiw!

Semoga benteng takeshi ----kami menyebutnya begitu, biar keren sedikit---- masih ada sampai nanti kita berjumpa lagi. Sebab di sini inspirasi datang menghampiri tanpa tapi.

Bagi kami, pulang adalah alasan yang harus dilaksanakan tanpa harus beralasan.
Read more
Kau terlalu nafsi. Mengurung diri, membuat pagar di sisi kanan kiri depan belakang, serta tak ketinggalan ...
Media Removed
Kau terlalu nafsi. Mengurung diri, membuat pagar di sisi kanan kiri depan belakang, serta tak ketinggalan membuat patok jarak. Seolah yang lain mati. Kau hidup sendiri? tak perlu mendoktrin dirimu begitu. Yang kau bilang membahayakan, apa memang iya semembahayakan itu? Kau belum ... Kau terlalu nafsi. Mengurung diri, membuat pagar di sisi kanan kiri depan belakang, serta tak ketinggalan membuat patok jarak. Seolah yang lain mati. Kau hidup sendiri? tak perlu mendoktrin dirimu begitu.
Yang kau bilang membahayakan, apa memang iya semembahayakan itu?
Kau belum terjun. Tak ada guna ucap begitu sepertinya.

Yang lucu, saat mutung, kau hanya bisa misuh-misuh sendiri di ruang hampa. Menghirup udara minim membuat sesak di dada. Langit biru di luar pun kau lihat kelabu. Ya pilihanmu begitu. Aku bisa apa?
Read more
Memang ada baiknya, setelah mendapat anugerah/ semangat/ perasaan baik untuk menulis dari Allah, ...
Media Removed
Memang ada baiknya, setelah mendapat anugerah/ semangat/ perasaan baik untuk menulis dari Allah, jangan ditunda-tunda. Apalagi kalau dibarengi dengan buka sosial media terlebih dahulu. Kacau sudah. Bukannya apa. Sebab, kita nggak akan tahu akan menerima dan menelan informasi ... Memang ada baiknya, setelah mendapat anugerah/ semangat/ perasaan baik untuk menulis dari Allah, jangan ditunda-tunda. Apalagi kalau dibarengi dengan buka sosial media terlebih dahulu. Kacau sudah.

Bukannya apa.

Sebab, kita nggak akan tahu akan menerima dan menelan informasi seperti apa di sana.
Kalau sudah semangat semangat, lalu gak sengaja lihat postingan dia atau cerita yang dia bagi, tanpa sengaja membuatmu jengkel, sakit hati mungkin, atau lebih parahnya membuatmu kecewa... hingga perasaan baikmu untuk menulis meluap begitu saja.
Sia-sia sekali, bukan?

Hayo, kalau sudah begitu, mau menyalahkan siapa?
Read more