Rizalbp Instagram Photos and Videos

rizalbp rizal prakoso @rizalbp mentions
Followers: 658
Following: 818
Total Comments: 0
Total Likes: 0

Saya pun pernah merasakan dalam posisi ketua @teater_delik , maka dengan sebuwah notebook merupakan ...
Media Removed
Saya pun pernah merasakan dalam posisi ketua @teater_delik , maka dengan sebuwah notebook merupakan bentuk dukungan saya kepada ketua dan jajaran pengurusan yang akan dibentuk kemudian hari oleh Pak Ketua dan segenap jajaran rekannya. . . Selamat menjalani sebuah pemahaman baru, ... Saya pun pernah merasakan dalam posisi ketua @teater_delik , maka dengan sebuwah notebook merupakan bentuk dukungan saya kepada ketua dan jajaran pengurusan yang akan dibentuk kemudian hari oleh Pak Ketua dan segenap jajaran rekannya. .
.
Selamat menjalani sebuah pemahaman baru, selamat mencari cari bentuk kelompok yang kalian idam-idamkan kan bayanhkan. Selamat belajar dan berproses. .
.
Karenapun, Delik hari ini adalah milik kalian, maka akan dibawa ke arah mana laboratorium itu akan berlabuh, ya monggo ya silahkan. Aku telah menjadi lampau dan selesai begitu aku telah merampungkan tugasku. Dan di akhir kalimat, biarkanlah aku ngrenengi, ngrasani disela sela obrolan kopiku tentang kalian. Selamat Pak @ramadhanghozy !
Read more
"Kalau kamu stres dan merasa seperti buruh apa gunanya berkesenian? Kalau memang motif pementasan ...
Media Removed
"Kalau kamu stres dan merasa seperti buruh apa gunanya berkesenian? Kalau memang motif pementasan kelompok kamu sebatas hiburan tanyakan pada dirimu sebelum menghibur orang, apakah kamu senang melakukannya ? Kalau kamu merasa kegiatanmu sebagai gerakan kebudayaan, apakah benar ... "Kalau kamu stres dan merasa seperti buruh apa gunanya berkesenian? Kalau memang motif pementasan kelompok kamu sebatas hiburan tanyakan pada dirimu sebelum menghibur orang, apakah kamu senang melakukannya ? Kalau kamu merasa kegiatanmu sebagai gerakan kebudayaan, apakah benar apa yang kamu suarakan itu perlu? Yang kamu anggap barang berharga itu benar kamu pahami dan cintai? Apa benar itu menjadi sesuatu yang penting untuk kamu jaga? Jangan-jangan kamu hanya ikut-ikutan? Termakan gosip atas isu-isu?"
.
.
Begitu tulis seseorang dalam tulisandilara.blogspot
Read more
 #Repost @paragraf__ (@get_repost) ・・・ Yaaaah ini negara memang terlanjur demokrasi, suara ...
Media Removed
#Repost @paragraf__ (@get_repost) ・・・ Yaaaah ini negara memang terlanjur demokrasi, suara terbanyak ialah dianggap paling benar dan syah! Juga pada kata "kerja", kebanhakan pemuda menggap yang bekerja ialah yang punya gaji bulanan dan dengan seragram, setidaknya pakaian rapi, ... #Repost @paragraf__ (@get_repost)
・・・
Yaaaah ini negara memang terlanjur demokrasi, suara terbanyak ialah dianggap paling benar dan syah! Juga pada kata "kerja", kebanhakan pemuda menggap yang bekerja ialah yang punya gaji bulanan dan dengan seragram, setidaknya pakaian rapi, berangkat jam delapan pagi pulang sore hari, atau malah malam hari. -
-
-
Sedang yang utak atik barang begini (kerajinan tangan ) ialah para pengagur yang sembunyi! Alaaaaamaaaak !!! Demokrazy ! Yang banyak yang benar ! -
-
-
Intinya barang begini dijual disini, bilamana berminat ingin memiliki, entah karena ingin membantu perekonomian paragraf, atau yang benar-benar kepingin membeli, bukan membuly, sila saja hubungi nomor pada bio. -
-
-
#leather #leathercraft #bukukulit #bookbinding #samakkulit #kulitsapi #rambakcecek #leatherjournal #midoristyle #book #journalbook #ayomenulis
Read more
----- . . . #leatherjournal #bookbinding #jualkulit #kulitsapi #mwooooo
Media Removed
----- . . . #leatherjournal #bookbinding #jualkulit #kulitsapi #mwooooo -----
.
.
.
#leatherjournal #bookbinding #jualkulit #kulitsapi #mwooooo
"Sekali berarti sudah itu mati" Chairil Anwar (puisi Diponegoro) _______________________ Sila ...
Media Removed
"Sekali berarti sudah itu mati" Chairil Anwar (puisi Diponegoro) _______________________ Sila disikapi dengan sekenanya. ___________________ #kaoskatakata #kaostokoh #tokohkaos #tokohdikaoskan #chairilanwar #paragraf #kaosmurah #kaoschairil "Sekali berarti sudah itu mati" Chairil Anwar (puisi Diponegoro)
_______________________
Sila disikapi dengan sekenanya.
___________________
#kaoskatakata #kaostokoh #tokohkaos #tokohdikaoskan #chairilanwar #paragraf #kaosmurah #kaoschairil
•Memberi dan menerima. • ------------------------ "Ibuuuu...." Tiba-tiba Narti dikagetkan ...
Media Removed
•Memberi dan menerima. • ------------------------ "Ibuuuu...." Tiba-tiba Narti dikagetkan dengan terikan anaknya yang baru saja pulang dari sekolah. Dengan muka kesal, Anak Narti si Ayu menghampiri Ibunya. "Kenapa kok masam begitu mukanya..." "Ibu tau Ani kan ? Yang biasa Ayu ajak ... •Memberi dan menerima. •
------------------------
"Ibuuuu...." Tiba-tiba Narti dikagetkan dengan terikan anaknya yang baru saja pulang dari sekolah. Dengan muka kesal, Anak Narti si Ayu menghampiri Ibunya. "Kenapa kok masam begitu mukanya..." "Ibu tau Ani kan ? Yang biasa Ayu ajak kerumah, aku tadi minta tolong sama dia untuk mengerjakan tugas menggambar ku, soalnya dia bagus kalau menggambar, supaya angka menggambar Ayu bagus di sekolah, tapi dia tidak mau... Padahal kan aku sering menolongnya, Ayu kesal Bu! Ani tidak tau balas budi" "Hlo kok begitu, sini dekat Ibu, Nduk. Begini Nduk, memberi pertolongan pada yang membutuhkan itu wajib selagi itu baik dan kita bisa, itu salah satu tugas manusia, saling tolong menolong, tapi... "Ahhh... " "husy... Kalau Ibu bicara didengar dulu, jangan suka memotong pembicaraan orang, namanya tidak menghargai. Ibu teruskan... Saat seseorang dalam kesusahan, dan kamu menolong, ya sudah kamu sudah memberi pertolongan, peristiwa itu selesai, dan kalau kamu meminta pertolongan kepada seseorang yang kamu pernah tolong dan dia tidak bisa menolong, ya itu perkara beda lagi, tidak ada sangkaut pautnya dengan yang pernah terjadi dulu, jangan kamu merasa berjasa karena telah menolong, jangan lantas ingin kamu harus di tolong oleh dia. Peristiwa menolong itu memberi, memberi apa yang bisa kita beri. Dan nanti, percayalah Nduk, memberi itu tidak akan habis, memberi nantinya akan menerima, meski bukan dari orang yang pernah kita beri, bisa nanti dari orang lain, dalam wujud lain, mangkanya, kamu jangan pernah takut untuk memberi, karena nanti, kamu akan juga menerima, entah dari siapa yang tidak pernah kamu kira, tapi jangan lantas berharap..." "Hlo gimana to Bu? Aaah Ayu bingung... Pasti akan diberi tapi tidak boleh berharap... Lalu gimana dong? " "Ya begitu itu pokoknya, karena pasti akan diberi jangan berharap, untuk apa berharap pada sesuatu yang akan pasti ada, hayooo ?" "Ah bingung, Ayu mau menonton kartun saja" "Di tv kan sudah tidak ada kartun..." "Di utube dong..." "Kok malah utube an ... Tugas menggambarmu bagaimana ? " "Nanti minta tolong Bapak saja, Hehe"
-------------------
Slamet, 10122106
Gambar @larasahita
Read more
 #Repost @idnas_aral (@get_repost) ・・・ ketimbang sibuk berenang mengarungi arus modernisasi, ...
Media Removed
#Repost @idnas_aral (@get_repost) ・・・ ketimbang sibuk berenang mengarungi arus modernisasi, yang terkadang tidak jelas ke mana akan bermuara. ketimbang menjadi salah satu nama yang masuk daftar penyakit latah, dengan menenggelamkan diri terhadap peristiwa kekinian yang sudah ... #Repost @idnas_aral (@get_repost)
・・・
ketimbang sibuk berenang mengarungi arus modernisasi, yang terkadang tidak jelas ke mana akan bermuara. ketimbang menjadi salah satu nama yang masuk daftar penyakit latah, dengan menenggelamkan diri terhadap peristiwa kekinian yang sudah pasti tidak pasti akan kepastiannya. ketimbang gagal menyeimbangkan diri, sebab kebanyakan menatap layar ponsel dan tidak mampu menimbang-nimbang bahwa telah tersediakannya sebuah pilihan lain. menonton teater, umpama. (@anamnesis)
Read more
Pada masa sekarang ini, mencetak sebuah karya tulisan dalam bentuk buku kadang menjadi sebuah ...
Media Removed
Pada masa sekarang ini, mencetak sebuah karya tulisan dalam bentuk buku kadang menjadi sebuah perbincangan, kerna adanya media sosial yang dapat menampung setiap karya tulisan tersebut. Seakan akan, media cetak sudah lagi tidak relevan. ------------------------- Tapi pun, pelukan ... Pada masa sekarang ini, mencetak sebuah karya tulisan dalam bentuk buku kadang menjadi sebuah perbincangan, kerna adanya media sosial yang dapat menampung setiap karya tulisan tersebut. Seakan akan, media cetak sudah lagi tidak relevan. -------------------------
Tapi pun, pelukan serta ciuman tak dapat terwakili lewat emoticon atau gambar gambar lewat media sosial.
Dan begitupula buku, tak akan tergantikan momentum kemesraannya. Atau buku dapat pula menjadi sebuah action figure, barang pajangan di rak-rak. Siapa tau, suatu waktu saat sedang melamun, tanpa sebab ingin membaca buku kumpulan puisi, dan syukurnya telah memiliki buku kumpulan puisi Mas Bei "PETAPA KATA" --------------------------
Sebab itulah, masih ada kesempatan, untuk bermesra-mesra, bercinta, dengan puisi puisi Mas Bei, dengan membeli bukunya : --------------------------
Harga ; 30.000
Kertas ; bookpaper ( semacam kertas berwarna kuning seperti buku pada umumnya)
Tebal halaman : 98
Pemesan dapat menghubungi ; 085784757111 ( VILLA)
Read more
PITU . . Pitutur Pituduh Pitulungan Pitungkas . . Akan ku simpan, tujuh catatan ini, ...
Media Removed
PITU . . Pitutur Pituduh Pitulungan Pitungkas . . Akan ku simpan, tujuh catatan ini, sebagai nasehat, sebagai pembimbing, sebagai pertolongan, sebagai pesan, . . Untuk diriku sendiri, syukur, bilamana ada juga, yang menjadikan tujuh catatan ini, sebagai kenang-kenangan ... PITU
.
.

Pitutur
Pituduh
Pitulungan
Pitungkas .
.
Akan ku simpan,
tujuh catatan ini,
sebagai nasehat,
sebagai pembimbing,
sebagai pertolongan,
sebagai pesan, .
.
Untuk diriku sendiri,
syukur, bilamana ada juga,
yang menjadikan tujuh catatan ini,
sebagai kenang-kenangan atas peristiwa,
yang telah aku rekam,
sebagai penanda,
atas sebuah perpisahan, kepulangan,
Bapakku, pada dua Rabu Pon silam. .
.
16 Agustus 17
Pitu dari pitu catatan tentang Bapak.
Read more
Enam . . Telah sampai pada ke enam, sebelum pada yang pungsakan, adalah usahaku, untuk merekam ...
Media Removed
Enam . . Telah sampai pada ke enam, sebelum pada yang pungsakan, adalah usahaku, untuk merekam peristiwa-peristiwa, setelah kepulangmu, Pak. . . Ku ceritakan, pohon-pohon buah di kebun belakang, kini mulai berbuah, jambu juga mangga, yang dahulu tiap sore kau pertanyakan ... Enam .
.

Telah sampai pada ke enam,
sebelum pada yang pungsakan,
adalah usahaku,
untuk merekam peristiwa-peristiwa,
setelah kepulangmu, Pak. .
.
Ku ceritakan,
pohon-pohon buah di kebun belakang,
kini mulai berbuah,
jambu juga mangga,
yang dahulu tiap sore kau pertanyakan dan tunggu,
kapan kiranya akan berbuah, .
.
Malah setelah kepulanganmu Pak,
pohon-pohon itu berbuah,
maka aku semakin yakin,
atas pertanda itu,
bahwa tiap perpisahan,
akan membawa pertemuan lain,
dan tiap kepergian,
akan datang lagi pertemuan, .
.
Serupa daun-daun yang gugur itu,
nantinya, akan di gantikan,
oleh tumbuhnya daun-daun muda, .
.
Ya, karena mungkin begitulah mekanisme semesta alam,
yang bernyawa tak akan bertahan selamanya,
akan terus begitu dan berulang,
gugur dan tumbuh, .
.
Maka kini aku makin akrab,
pada pertemuan juga perpisahan, .
.
Kepada perpisahan,
kini diam-diam telah ku persiapkan,
semenjak mula aku berjabat tangan,
pada seorang yang baru saja ku kenal,
agar kemudian,
aku tak mudah kecewa dan kaget,
dan merengek cengeng,
seperti baru pertama kali,
ku temui perpisahan. .
.
.
16 agustus 17
Enam dari pitu catatan tentang Bapak.
Read more
•LIMA• Pak, Baru-baru ini Ibu bercerita, Dua atau tiga minggu sebelum kepulanganmu, Pada ...
Media Removed
•LIMA• Pak, Baru-baru ini Ibu bercerita, Dua atau tiga minggu sebelum kepulanganmu, Pada waktu dini hari, Ibu hampir sering terbangun, Belum waktunya salat subuh, Dan Ibu memutuskan keluar kamar, Di rumah bagian belakang, Ibu melamun dan bertanya-tanya, “apa sebenarnya ... •LIMA•
Pak,

Baru-baru ini Ibu bercerita,

Dua atau tiga minggu sebelum kepulanganmu,

Pada waktu dini hari, Ibu hampir sering terbangun,

Belum waktunya salat subuh,

Dan Ibu memutuskan keluar kamar,

Di rumah bagian belakang,

Ibu melamun dan bertanya-tanya, “apa sebenarnya arti hidup ini ? kenapa orang musti hidup?”. Dan pada cerita Ibu itulah aku juga ikut mempertanyakan hal yang sama,

Tapi lantas,

Pikiranku teringat pada tutur seorang kawan, “Dunia ini akan baik-baik saja tanpa kehadiran dirimu,

Lalu, apa guna dirimu hadir dalam dunia ini ? kalau tidak membawa

Sesutu yang baik ?” Begitu tuturnya, aku ingat-ingat,

Kata-kata itu aku timang-timang,

Syukur syukur dapat menjadi keyakinan pada hidupku.
Aku juga kadang membayang-bayangkan,

Tentang bagaimana akhir dari jasadku kelak,

Akankan dijalanan, kecelakaan oleh padatnya lalu lintas jalanan,

Atau akan sepertimu, Pak,

Usai di atas ranjang,

Membayang-bayangkan tentang berakhirnya jasadku,

Juga mengingat tentang hari esok,

Yang masih menjadi misteri, menjadi teka teki,

Dan yang dapat aku lakukan hanyalah hari ini,

Besok hari masih menjadi bayang-bayang,

Menjadi awang-awang.
Kehidupan hari ini pun, Pak,

Pasti akan berdampak pada esok hari,

Lagi, dalam membayangkan tentang berakhirnya jasadku,

Adalah semangat untuk menuntaskan hari ini,

Dengan semaksimal mungkin dayaku,

Agar tak menjadi sesal kemudia,

Tak menjadi masalah lain lagi pada hari esok.
Begitulah, Pak,

Tentang hari ini,

Hari esok,

Tentang pertanyaan Ibu,

Soal mengapa sebenarnya kita harus hidup,

Yang menjadi keyakinanku hari ini,

Adalah untuk terus membagi kebaikan,

Bagi setiap siapa saja yang bersinggungan denganku.

28-07-2017

Lima dari pitu catatan kangen tentang Bapak
Read more