Siska_nciss Instagram Photos and Videos

Loading...


siska_nciss Siska @siska_nciss mentions
Followers: 1,142
Following: 1,155
Total Comments: 0
Total Likes: 0

بِسْمِِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْم بِسْمِِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْم
Loading...
بِسْمِِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْم
Media Removed
بِسْمِِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْم بِسْمِِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْم
بِسْمِِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْم
Media Removed
بِسْمِِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْم بِسْمِِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْم
@Regrann from @act_elgharantaly - SAAT SEMUA BERPALING Disaat engkau mengetuk pintu kebaikan ...
Media Removed
@Regrann from @act_elgharantaly - SAAT SEMUA BERPALING Disaat engkau mengetuk pintu kebaikan manusia, namun mereka tak mengacuhkanmu.⠀ ⠀ Disaat engkau percaya pada seseorang, namun dia mengkhianantimu.⠀ ⠀ Disaat engkau berharap pada seseorang yang kau anggap bisa diharapkan, ... @Regrann from @act_elgharantaly - SAAT SEMUA BERPALING

Disaat engkau mengetuk pintu kebaikan manusia, namun mereka tak mengacuhkanmu.⠀

Disaat engkau percaya pada seseorang, namun dia mengkhianantimu.⠀

Disaat engkau berharap pada seseorang yang kau anggap bisa diharapkan, namun ternyata ia mengecewakanmu.⠀

Maka disaat itulah Allah ingin agar engkau kembali dan hanya berharap kepada-Nya saja.

Bila Allah menginginkan kemudahan bagi hamba-Nya, maka jalan keluar akan datang dari jalan yang tidak disangka-sangka.⠀

Orang yang paling berbahagia di dunia ini adalah orang yang menghadapkan wajahnya pada Allah.⠀

Orang-orang yang paling bahagia di dunia, adalah orang yang menautkan hatinya pada Allah. Dirinya yakin bahwa jalan keluar dari berbagai kesulitan akan datang dari Allah.


“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. “ (An-Nisa:125)⠀

Ketika manusia menghinamu, ketahuilah bahwa mereka tidak dapat membuat engkau mulia atau hina. Ketika engkau memelas kasih kepada manusia namun mereka mengejekmu , Maka ketahuilah bahwa mereka tidak dapat memberi manfaat maupun mudharat padamu.


Jika musibah dan hinaan manusia begitu hebat, maka ketahuilah bahwa engkau memiliki Allah yang tidak akan pernah mengecewakanmu, engkau memiliki Allah yang mendengar segala keluh-kesahmu, engkau memiliki Allah yang maha Mengetahui segala yang yang tersembunyi, engkau memiliki Allah yang menunjukkan kasih sayang-Nya padamu. Dia suka saat engkau meminta pada-Nya.⠀

“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah ada tuhan selain Allah?…” (An-Naml:62)⠀

“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (Al-Anbiya : 83) ⠀

Bersambung ke bawah 👇
Read more
@Regrann from @randyroppic - Mau pulang,, . Imam Hasan Al Bashri kepada Imam Umar bin Abdul Azizi, beliau berkata: “…Sesungguhnya dunia adalah negeri perantauan dan bukan tempat tinggal (yang sebenarnya), dan hanyalah Adam ‘alaihis salam diturunkan ke dunia ini untuk menerima hukuman ... @Regrann from @randyroppic - Mau pulang,,
.
Imam Hasan Al Bashri kepada Imam Umar bin Abdul Azizi, beliau berkata: “…Sesungguhnya dunia adalah negeri perantauan dan bukan tempat tinggal (yang sebenarnya), dan hanyalah Adam ‘alaihis salam diturunkan ke dunia ini untuk menerima hukuman (akibat perbuatan dosanya)…” (Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Ighaatsatul Lahfaan (hal. 84 – Mawaaridul Amaan))
.
Dalam mengungkapkan makna ini Ibnul Qayyim berkata dalam bait syairnya:
Marilah (kita menuju) surga ‘adn (tempat menetap) karena sesungguhnya itulah
Tempat tinggal kita yang pertama, yang di dalamnya terdapat kemah (yang indah)
Akan tetapi kita (sekarang dalam) tawanan musuh (setan), maka apakah kamu melihat
Kita akan (bisa) kembali ke kampung halaman kita dengan selamat?
.
(Miftaahu Daaris Sa’aadah (1/9-10), juga dinukil oleh Ibnu Rajab dalam kitab beliau Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam (hal. 462))
.
🗣Ustad Maududi Abdullah hafizahullah .
🖋📽 @Randyroppic
Read more
@Regrann from @randyroppic - Ibnu Taimiyah rahimahullah membawakan hadits, تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ ؛ تَعِسَ عَبْدُ الْقَطِيفَةِ ؛ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيصَةِ “Celakalah wahai budak (hamba) dirham. Celakalah wahai budak (hamba) dinar. Celakalah ... @Regrann from @randyroppic - Ibnu Taimiyah rahimahullah membawakan hadits,

تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ ؛ تَعِسَ عَبْدُ الْقَطِيفَةِ ؛ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيصَةِ
“Celakalah wahai budak (hamba) dirham. Celakalah wahai budak (hamba) dinar. Celakalah wahai budak (hamba) qothifah (pakaian). Celakalah wahai budak (hamba) khomishoh (pakaian).”
.
Lantas Ibnu Taimiyah mengatakan, “Inilah yang namanya budak harta-harta tadi. Jika ia memintanya dari Allah dan Allah memberinya, ia pun ridho. Namun ketika Allah tidak memberinya, ia pun murka.”
.
Padahal jika Allah tidak memberi sesuatu, bukan berarti Allah itu pelit. Kadang kita harus mengetahui bahwa diluaskan dan disempitkannya rizki atau harta kadang adalah sebagai ujian bagi kita. Ujian itu adalah apakah kita bisa termasuk hamba Allah yang bersyukur atau tidak dan bersabar ataukah tidak
.
Budak atau hamba dunia (baca: ‘abdu dunya) memiliki sifat sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di atas
.
Semoga Allah menganugerahkan sifat hamba Allah yang sebenarnya dan menjauhkan kita dari sifat hamba dunia. Hanya Allah yang beri taufik.
.
Sumber: Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah, 10/190
.
🖋 Ustad Muhammad Abduh Tuasikal hafizahullah .
🗣 Ustad Nuzul Zikri hafizahullah .
📽 @randyroppic
Read more
Loading...
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Di dunia itu terdapat surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, maka dia tidak akan memperoleh surga akhirat.” . Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa surga dunia adalah mencintai Allah, mengenal Allah, senantiasa mengingat-Nya, merasa tenang ... Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Di dunia itu terdapat surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, maka dia tidak akan memperoleh surga akhirat.”
.
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa surga dunia adalah mencintai Allah, mengenal Allah, senantiasa mengingat-Nya, merasa tenang dan thuma’ninah ketika bermunajat pada-Nya, menjadikan kecintaan hakiki hanya untuk-Nya, memiliki rasa takut dan dibarengi rasa harap kepada-Nya, senantiasa bertawakkal pada-Nya dan menyerahkan segala urusan hanya pada-Nya
.
Inilah surga dunia yang dirindukan oleh para pecinta surga akhirat
.
Itulah saudaraku surga yang seharusnya engkau raih, dengan meraih kecintaan Allah, senantiasa berharap pada-Nya, serta dibarengi dengan rasa takut, juga selalu menyandarkan segala urusan hanya kepada-Nya
.
Inti dari ini semua adalah letak kebahagiaan bukanlah dengan memiliki istana yang megah, mobil yang mewah, harta yang melimpah. Namun letak kebahagiaan adalah di dalam hati, yaitu hati yang memiliki keimanan, yang selalu merasa cukup dan selalu bersandar pada Allah Ta’ala
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)
.
Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita dan memberikan kita surga dunia yaitu dengan memiliki hati yang selalu bersandar pada-Nya
.
Hati yang selalu merasa cukup itulah yang lebih utama dari harta yang begitu melimpah
.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi  wa sallam
.
{Shahih Al Wabilush Shoyyib, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hl. 91-96, Dar Ibnul Jauzi}
.
🖋Ustad Muhammad Abduh tuasikal hafizahullah .
🗣Ustad Nuzul Zikri Hafizahullah .
📽 @Randyroppic
Read more
Katanya, kita harus SEIMBANG antara mencari dunia dan mencari akherat. Padahal Allah berpesan untuk lebih mendahulukan dan mementingkan akherat. Renungkanlah firman-Nya: وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا “Carilah ... Katanya, kita harus SEIMBANG antara mencari dunia dan mencari akherat. Padahal Allah berpesan untuk lebih mendahulukan dan mementingkan akherat. Renungkanlah firman-Nya:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
“Carilah negeri AKHERAT pada nikmat yang diberikan Allah kepadamu, tapi jangan kamu lupakan bagianmu dari dunia“. (QS. Al-Qosos: 77)
.
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kita agar memanfaatkan nikmat dunia yang Allah berikan, untuk meraih kemuliaan akherat. Arti simpelnya: korbankanlah duniamu, untuk meraih akheratmu!
.
Lalu Allah katakan, jangan kamu lupakan BAGIANMU dari dunia. Ya, “bagianmu”, yakni bagian kecil dari duniamu, bukan setengahnya, apalagi semuanya. Jelas sekali dari ayat ini, bahwa kita harusnya mementingkan akherat, bukan seimbang dengan dunia, apalagi mendahulukan dunia
.
Jujurlah, mungkinkah Anda menyeimbangkan antara dunia dan akherat?! Sungguh, seakan itu hal yang mustahil. Yang ada: mendahulukan dunia, atau mendahukan akherat. Dan yang terakhir inilah yang Allah perintahkan
.
Makanya, Allah berfirman dalam ayat lain:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidaklah ciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah hanya kepada-Ku“. (QS. Adz-Dzariyat: 56)
.
Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah adalah tujuan UTAMA kita diciptakan. Jika demikian, pantaskan kita menyeimbangkan antara tujuan utama dengan yang lainnya?!
.
Bahkan dalam doa “sapu jagat” yang sangat masyhur di kalangan awam, ada isyarat untuk mendahukan kehidupan akherat:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, juga kebaikan di akhirat. Dan peliharalah kami dari siksa neraka“. (QS. Albaqoroh: 201)
.
Di sini ada 3 permintaan; 1 permintaan untuk kehidupan dunia, dan 2 permintaan utk kehidupan akherat. Inilah isyarat, bahwa kita harus lebih memikirkan kehidupan akherat, wallohu a’lam
.
Semoga bermanfaat, amin
.
🖋Ustad DR Musyafa Ad Dariny, Lc,MA
.
🗣 Ustad Nuzul Zikri hafizahullah .
📽 @Randyroppic
Read more
Loading...
#Repost @dakwah_tauhid with @get_repost ・・・ Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA ______ firman Allah Ta'ala “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak” [An-Nisaa/4 : 100] . . #dakwahtauhid #dakwah ... #Repost @dakwah_tauhid with @get_repost
・・・
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA
______
firman Allah Ta'ala “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak” [An-Nisaa/4 : 100]
.
.
#dakwahtauhid #dakwah #tauhid #hijrah #taubat
Read more
 #Repost @thestrangersalghuroba with @get_repost ・・・ Perjalananmu di dunia seperti perjalanan ...
Media Removed
#Repost @thestrangersalghuroba with @get_repost ・・・ Perjalananmu di dunia seperti perjalanan seorang musafir. Setiap musafir haruslah memiliki bekal. Kelak umurmu akan dipertanyakan untuk apa dipergunakan di hari akhir nanti. Di usia 40, manusia mulai meninggalkan masa mudanya, ... #Repost @thestrangersalghuroba with @get_repost
・・・
Perjalananmu di dunia seperti perjalanan seorang musafir. Setiap musafir haruslah memiliki bekal. Kelak umurmu akan dipertanyakan untuk apa dipergunakan di hari akhir nanti.
Di usia 40, manusia mulai meninggalkan masa mudanya, hendaknya memperbarui taubat, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah, fokus terhadap akhirat
Oleh karena itu seorang Mukmin jangan sampai menyia-nyiakan umur dan waktunya. Hendaklah dia selalu waspada terhadap kehidupannya, umur yang masih ada hendaklah diisi dengan amal sholih. Jika tidak, maka kerugian yang akan didapatkan
Tidak lagi banyak memikirkan "masa depan" keduniaan, mengejar karir dan kekayaan. Tetapi sudah jauh berpikir tentang nasibnya kelak di akhirat...
.
.
TS info: 082160756075
FB Page: The Strangers Al Ghuroba Majelis Talim
Telegram: @thestrangers
Twitter: @thestrangers_mt
IG: @thestrangersalghuroba
Youtube: The Strangers Al Ghuroba
Website: thestrangersalghuroba.com
.
.
#thestrangersalghuroba #thestrangers #thestrangersdesign #kajian #posterdakwah #sunnah #taubat #islam #hijab #hijrah #muslim #moslem #majelistalim #muslimah #alquran #manhajsalaf #niqab #ikhwan
Read more
بِسْمِِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْم
Media Removed
بِسْمِِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْم بِسْمِِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْم
 #Repost @ustadzkhalid with @get_repost ・・・ @Regrann from @artikelhariankita - Kapan seorang ...
Media Removed
#Repost @ustadzkhalid with @get_repost ・・・ @Regrann from @artikelhariankita - Kapan seorang muslim disebut meniru gaya orang kafir (tasyabbuh)? Saat orang itu mengikuti apa-apa yang menjadi kekhasan orang kafir tersebut, baik dari pakaiannya, penampilan, dalam bergaya, dan ... #Repost @ustadzkhalid with @get_repost
・・・
@Regrann from @artikelhariankita - Kapan seorang muslim disebut meniru gaya orang kafir (tasyabbuh)?
Saat orang itu mengikuti apa-apa yang menjadi kekhasan orang kafir tersebut, baik dari pakaiannya, penampilan, dalam bergaya, dan lainnya. Dalam hadist disebutkan dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi). Ibnu Taimiyah dalam kitab lainnya berkata, “Sesungguhnya tasyabbuh (meniru gaya) orang kafir secara lahiriyah mewariskan kecintaan dan kesetiaan dalam batin. Begitu pula kecintaan dalam batin mewariskan tasyabbuh secara lahiriyah. Hal ini sudah terbukti secara inderawi atau eksperimen. Sampai-sampai jika ada dua orang yang dulunya berasal dari kampung yang sama, kemudian bertemu lagi di negeri asing, pasti ada kecintaan, kesetiaan dan saling berkasih sayang. Walau dulu di negerinya sendiri tidak saling kenal atau saling terpisah.” Bukankah banyak dari kita yang masih enggan meninggalkan budaya kaum kafir, setelah menirukan budaya tersebut sekali, dua kali, tiga kali, sehingga menjadi tradisi? Bukankah masih banyak yang masih terus melakukan budaya merayakan ulang tahun, valentine, bahkan sampai mengucapkan selamat hari raya kaum kafir yang sangat terlarang bagi umat muslim.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Patokan disebut tasyabbuh adalah jika melakukan sesuatu yang menjadi kekhususan orang yang ditiru. Misalnya yang disebut tasyabbuh pada kafir adalah seorang muslim melakukan sesuatu yang menjadi kekhususan orang kafir. Adapun jika sesuatu sudah tersebar di tengah-tengah kaum muslimin dan tidak jadi kekhasan atau pembeda dengan orang kafir, maka tidak lagi disebut tasyabbuh. Seperti itu tidaklah dihukumi tasyabbuh, namun bisa jadi dinilai haram dari sisi lain.” Semoga kita semua bisa menjauh dan meninggalkan budaya kaum kafir
Read more
Loading...
Loading...
Loading...

Loading...